PERTUNI Logo

PERTUNI
Persatuan Tunanetra Indonesia
Indonesian Blind Union

SAMBUTAN MENTERI SOSIAL RI
PADA ACARA
PEMBUKAAN RAKERNAS PERSATUAN TUNA NETRA INDONESIA
Jakarta, 13 Desember 2011

 

Yang terhormat:

  1. Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
  2. Presiden World Blind Union Asia Pasific
  3. Para Duta Besar Negara Perwakilan
  4. Ketua Umum Pertuni
  5. Perwakilan Donatur Direktur Utama Sido Muncul
  6. Ketua Panitia dan Peserta Rakernas Pertuni
  7. Para undangan dan Hadirin yang berbahagia

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Mengawali sambutan ini saya mengajak para hadirin sekalian untuk bersama-sama memanjatkan rasa syukur Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat menghadiri acara Pembukaan Rakernas Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) dalam keadaan sehat walafiat. Saya menyambut baik dan mendukung terselenggaranya Rakernas Pertuni tahun 2011 ini yang merupakan agenda tahunan Pertuni dalam rangka konsolidasi organisasi serta evaluasi pelaksanaan program - program kerja Pertuni tahun 2011.

Tema rakernas yang dipilih untuk tahun 2011 ini yaitu “Revitalisasi eksistensi, partisipasi dan kontribusi PERTUNI dalam pembangunan nasional, atas dasar kesetaraan menuju terwujudnya masyarakat insklusi”. Saya menilai tema ini sangat tepat dan strategis dalam rangka menggugah kembali kepedulian kita semua akan pentingnya kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Oleh karena itu dalam rakernas ini sangat relevan untuk dibahas isue-isue nasional seperti pendidikan untuk semua, akses informasi dan komunikasi, pembangunan ekonomi, diversifikasi peluang kerja, aksesibilitas dan isue-isue lainnya yang terkait penyandang disabilitas. Semua isue tersebut tidak lepas dari makna yang terkandung dalam UU No 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat dan RAN Penyandang Cacat 2004-2013. Makna yang tertuang dalam regulasi ini, akan tercapai bila disertai upaya penyandang disabilitas itu sendiri untuk selalu meningkatkan kemampuannya sehingga dapat meraih kesempatan yang tersedia. Selain itu kegiatan ini dapat dijadikan sebagai forum untuk mengembangkan pengetahuan dan saling berbagi pengalaman serta pengembangan potensi penyandang disabilitas umumnya, yang termasuk di dalamnya penyandang disabilitas netra.

PERTUNI yang berdiri sejak tahun 1966, merupakan organisasi kemasyarakatan tuna netra yang berfungsi sebagai wadah konsultatif, pembinaan dan penyalur aspirasi tuna netra. Sebagai salah satu organisasi kecacatan khususnya disabilitas netra, Pertuni selama ini telah berperan aktif dalam proses pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas netra di Indonesia, dan mengembangkan usaha mereka dalam rangka terwujudnya kesejahteraan hidupnya sesuai dengan tujuan rakernas. Oleh karena itu Pertuni dapat lebih membuka diri dan meningkatkan kerjasama yang seluas-luasnya dengan berbagai unsur sebagai mitra kerja, seperti pemerintah daerah, unsur-unsur masyarakat lainnya termasuk organisasi yang menangani masalah kecacatan. Hal ini ditujukan agar apa yang hendak dicapai oleh organisasi PERTUNI, dapat memiliki kesamaan arah dan kesinambungan serta saling mendukung segenap stakeholder yang menangani masalah kesejahteraan penyandang disabilitas. Untuk itu perlu wujud kongkrit yang dilakukan oleh organisasi ini sehingga kehadirannya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi para penyandang disabilitas netra khususnya, masyarakat serta pemerintah selaku mitra kerja.

Hadirin yang saya hormati.
Mengacu pada berbagai komitmen global dan regional dibidang kecacatan, pemerintah telah menerbitkan berbagai peraturan perundang-undangan, serta menetapkan kebijakan dan program-program untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas. Penetapan berbagai peraturan perundang-undangan tersebut ditempatkan sebagai prioritas utama karena akan melandasi berbagai kebijakan pemerintah lainnya dibidang pendidikan, pelatihan, penempatan dan penyaluran tenaga kerja penyandang disabilitas, penyediaan aksesibilitas dan lain sebagainya. Semua bidang tersebut ditujukan untuk kemandirian dan kesejahteraan penyandang cacat di Indonesia.

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari proses dan mekanisme MDGs, oleh karena itu perlu nya peran aktif penyandang disabiltas dalam proses pembangunan. Pemerintah terus berupaya melakukan keberpihakan dan melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap proses pembangunan. Hal ini akan memberikan dampak positif dalam pengurangan angka kemiskinan. Penyandang disabilitas sebagai human invesment, merupakan sumber daya manusia yang potensial yang perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri dalam berbagai aspek kehidupan.

Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang telah menjadi Undang-Undang Pengesahan Konvensi Hak- Hak penyandang Disabilitas, juga mengisyaratkan bahwa seluruh komponen bangsa untuk ambil bagian dalam perlindungan hak-hak penyandang disabilitas. Termasuk perlindungan dalam hak berorganisasi untuk menunjukkan bahwa peyandang disabilitas juga dapat menjadi tenaga kerja yang potensial.

Para Hadirin Yang Berbahagia,
Demikian hal-hal pokok yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini untuk mengantar peserta memasuki diskusi dan pembahasan lanjutan. Kepada segenap pengurus dan anggota Pertuni saya ucapkan selamat melaksanakan rapat kerja semoga rakernas ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Akhirnya dengan senantiasa memohon bimbingan dan ridho ALLAH SWT dan dengan ucapan Bismillahirrohhmanirrohhim”, Rakernas Pertuni ini saya nyatakan dibuka dengan resmi.

Sekian dan Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Jakarta, 13 Desember 201
Menteri Sosial RI
Dr. SALIM SEGAF AL-JUFRI, MA

 

Updated February 2013 © PERTUNI 2013