![]() |
PERTUNI |
I. Latar Belakang.
Lebih dari 46 tahun sejak berdirinya, Pertuni telah mengambil prakarsa dan menjadi wadah aspirasi bagi kepentingan para tunanetra. Dengan segala kelemahan dan kelebihan yang dimilikinya, kehadiran Pertuni dengan segenap aktifitasnya, merupakan secercah cahaya yang penuh pengharapan dan optimism bagi para tunanetra di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
Setelah melewati perjalanan panjang dan berbagai rintangan sebagai proses pendewasaan, dalam perkembangannya, Pertuni telah menetapkan tujuan konstitusional organisasi, yaitu “Mewujudkan keadaan yang kondusif bagi orang tunanetra untuk menjalankan kehidupannya sebagai manusia dan warga negara Indonesia yang cerdas, mandiri dan produktif, tanpa diskriminasi dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.”
Sebagai organisasi kemasyarakatan tunanetra tingkat nasional, Pertuni juga mengemban visi sebagai organisasi yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat inklusif, dimana orang tunanetra dapat berpartisipasi penuh atas dasar kesetaraan.
Pertuni berkedudukan dalam wilayah negara kesatuan republik Indonesia dengan tempat kedudukan kepengurusan secara berjenjang dari pusat, daerah dan tingkat cabang. Yaitu:
Hingga saat ini, PERTUNI telah memiliki unit organisasi tingkat daerah di 29 provinsi serta unit organisasi tingkat cabang di lebih dari 170 kota / kabupaten.
Sehubungan dengan kian berkembangnya jaringan organisasi PERTUNI di hampir seluruh wilayah negara kesatuan republik Indonesia, maka upaya penguatan organisasi, perlu dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan tercapainya “Refitalisasi eksistensi, partisipasi dan kontribusi PERTUNI dalam pembangunan nasional, atas dasar kesetaraan menuju terwujudnya masyarakat inklusi” yang pada gilirannya diharapkan PERTUNI mampu mewujudkan tujuan dan misinya sebagaimana dimaksud.
Guna mencapai hal tersebut di atas, maka PERTUNI harus mampu tampil sebagai organisasi yang demokratis dan berdaya dari segi SDM, dana, sarana maupun prasarana dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia maupun sebagai bagian yang integral dari komunitas masyarakat dunia. Untuk itulah, perlu semakin dibangun jaringan organisasi yang kuat dan dinamis, baik ditingkat pusat, daerah hingga cabang. Oleh karena itu, PERTUNI harus membangun ketahanan diri secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setidaknya ada 5 (lima) bidang ketahanan diri PERTUNI yang harus diperhatikan, yaitu:
Eksistensi, partisipasi dan kontribusi Pertuni semakin dituntut secara proaktif. Untuk itu prioritas program dan strategi penguatan organisasi, baik dalam lingkup Pertuni pusat maupun daerah secara keseluruhan perlu menjadi perhatian kita bersama yang implementasinya harus memperhatikan aspek keseimbangan antara Pertuni pusat dan daerah, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan kemajuan antar unit organisasi pertuni.
Prioritas program dan strategi penguatan organisasi tersebut dirumuskan dengan tetap memperhatikan kondisi nasional dengan tren reformasinya yang masih diwarnai krisis multi dimensional dan kondisi lokal daerah, yang berorientasi pada pelaksanaan otonomi daerah dan pengoptimalan sumber daya daerah.
Melalui upaya penguatan organisasi secara berjenjang baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah, diharapkan Pertuni dapat mewujudkan misi sebagai organisasi yang demokratis dan berdaya dari segi SDM, dana, sarana maupun prasarana. Sehingga diharapkan akan terbangun koordinasi, konsolidasi dan kolaborasi antar unit-unit organisasi PERTUNI secara sistemik.
II. Prioritas Program dan Strategi
Sebagai upaya mewujudkan organisasi PERTUNI yang tangguh dan kuat agar mampu mengemban visi dan misinya, maka rapat kerja nasional persatuan tunanetra indoneesia [Rakernas PERTUNI] tahun 2011, telah menyepakati prioritas program penguatan organisasi yang meliputi:
A. Kaderisasi, dilakukan dalam bentuk kegiatan:
B. Kemitraan
C. Penggalian Dana (fund rising).
III. Strategi Implementasi
KOMISI 5:
| Ketua: | Putre Wiwoho | (Jawa Barat) |
| Sekretaris: | Zail Amri | (Bengkulu) |
| Anggota: | Heru Widianto | (DKI Jakarta) |
| Widi Harsono | (DI Yogyakarta) | |
| Pinderson | (Kalimantan Tengah) | |
| Agus Suharyanto | (Banten) | |
| Lukas Randa Ngongo | (NTT) | |
| Sopiah | (Sumatera Utara) | |
| Asniah Sri Handayani | (Sumsel) | |
| Muslikah | (Jawa Timur) | |
| Usup Supendi | (Deperpus Pertuni) | |
| Fasilitator: | Agung Rejeki Y. | (Jawa Tengah) |
| Narasumber: | Furqon Hidayat,S.Pd | (DPP Pertuni) |
Updated February 2012 © PERTUNI 2012