PERTUNI Logo

PERTUNI
Persatuan Tunanetra Indonesia
Indonesian Blind Union

KEPUTUSAN RAKERNAS PERTUNI TAHUN 2011
TENTANG PRIORITAS PROGRAM DAN STRATEGI IMPLEMENTASI BIDANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI, INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

I. Latar Belakang.

Peningkatan kwalitas sumber daya di kalangan tunanetra merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan kehidupan tunanetra yang lebih bermartabat dalam menjalankan kehidupannya di masyarakat . Untuk itu visi Pertuni adalah sebagai organisasi yang memperjuangkan terwujudnya masyarakat inklusif, dimana orang tunanetra dapat berpartisipasi penuh atas dasar kesetaraan. Sedang salah satu misi Pertuni adalah memperjuangkan aksesibilitas informasi dan komunikasi, agar orang tunanetra memperoleh kesamaan akses ke informasi dan komunikasi, melalui berbagai format termasuk Braille, audio, tulisan besar (bagi low vision) dan teknologi komputer. Selain itu Pertuni juga memiliki misi untuk membangun organisasi yang berdaya dari segi sumber daya manusia, dana, sarana maupun prasarana, serta demokratis.

Dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya tersebut, maka tunanetra perlu memiliki kemampuan akses teknologi informasi dan komunikasi. Kendala yang di hadapi adalah:

  1. Mahalnya harga software pembaca layar pada komputer.
  2. Kepemilikan unit komputer yang masih terbilang mahal bagi kalangan tunanetra.
  3. Kesenjangan sumber daya di kalangan tunanetra di berbagai daerah yang masih cukup tinggi.
  4. Belum memadainya dukungan dan kepedulian dari berbagai kalangan yang berkompeten untuk membantu akses teknologi bagi tunanetra, khususnya dalam hal pendanaan.
  5. Terbatasnya dukungan pemerintah dalam penyelenggaraan pelatihan di berbagai daerah.

 

II. Prioritas Program

  1. Melanjutkan program pelatihan komputer bicara untuk tunanetra di seluruh Pertuni daerah dengan jalan pelatihan regular dan pembentukan mobile team.
  2. Mengupayakan perluasan kepemilikan sarana akses teknologi informasi dan komunikasi dengan harga terjangkau bagi tunanetra umumnya dan Pertuni khususnya, yang meliputi sarana komputer, perangkat akses internet, scanner, termasuk software pembaca layar.
  3. Membangun efektifitas kinerja organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seperti penggunaan email, blog, dan mailist Pertuni.

 

III. Strategi Implementasi

  1. Penyelenggaraan pelatihan secara bertahap dan berkesinambungan untuk pengurus, kader, dan para tunanetra di seluruh Pertuni daerah, dengan model pelatihan training of trainer, di maksudkan untuk menghasilkan tenaga pengajar/pelatih/instruktur komputer bagi tunanetra. Selanjutnya tenaga instruktur yang di hasilkan dari pelatihan ini bertugas untuk menjadi pengajar bagi tunanetra lain di wilayah/lingkungannya.
  2. Melakukan pemantauan atau monitoring secara berkala guna memastikan efektifitas pelatihan dan kinerja trainer yang telah dilatih.
  3. Upaya pemenuhan kebutuhan sarana akses teknologi informasi dan komunikasi dilakukan melalui pengoptimalan potensi sumber daya dan sumber dana daerah yang berorientasi pada otonomi daerah. Hal tersebut dilakukan melalui jalinan kemitraan baik dengan pemerintah, swasta, dunia usaha, serta simpatisan lainnya.
  4. Adanya rekomendasi dariKementrian Pendidikan dan Kebudayaan agar perguruan tinggi yang memiliki fakultas ilmu komputer melakukan tri dharma perguruan tinggi pengabdian masyarakat berupa penyediaan pelatih komputer bicara dan pengadaan komputer bicara di kota atau wilayahnya.
  5. Adanya rekomendasi dari Kementrian Komunikasi dan Informatika agar lembaga penyelenggara kursus komputer menyediakan akses tempat dan perangkat komputer yang diperlukan guna pelatihan komputer bicara bagi tunanetra di daerah atau wilayahnya.
  6. Mendorong pengembangan software pembaca layar oleh BPPT agar tercipta software pembaca layar berbahasa Indonesia, dengan melibatkan para tunanetra.

KOMISI 3:

Ketua: Suryandaru, S.H, S.S (Jawa Tengah)
Sekretaris: Synthia Montolalu, S.E (Sulawesi Utara)
Anggota: Jono (Lampung)
  Nyoman Apel Laksana (Bali)
  Sudarmaji (Jawa Timur)
  Agus Sudarmo (Banten)
  Slamet Rianto (Deperpus Pertuni)
  Eka Pastiah (Jambi)
  Nasir Gazali (Kalimantan Tengah)
  Mutmainah (Sulawesi Selatan)
  Yuli (Sumatera Selatan)
  Hariyanto (Bengkulu)
Fasilitator: Bayu Iwan Yulianto (DPP Pertuni)
Narasumber: Y.Tri Bagio,M.Pd (DPP Pertuni)

 

Updated February 2013 © PERTUNI 2013